RCB di FolknVogue Runway (Sept 2016)

JAKARTA, 11 Sept 2016 – Roemah Cinta Batik akan meluncurkan pagelaran mode yang bertajuk ‘Batik and Play Time’ di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta pada tanggal 11 Sept 2016 jam 17:00 sebagai bagian dari Perhelatan Fashion FolknVouge 100 %

Beberapa tahun terakhir ini, batik mengalami peningkatan popularitas yang cukup tinggi terutama setelah UNESCO memasukkan batik ke dalam Daftar Representatif Budaya Non-Benda Warisan Manusia pada tahun 2009. Batik juga makin sering terlihat dalam pagelaran-pagelaran mode tingkat dunia (seperti dalam pagelaran mode Dries Van Noten maupun Frida Giannini dari Gucci) dan juga dalam kurikulum-kurikulum beberapa sekolah mode terkenal di dunia. Sudah sewajarnya batik makin mendapatkan sorotan di tanah air, terutama melalui pagelaran-pagelaran mode seperti ini. “Melalui fashion show ini, saya ingin memperkenalkan koleksi RCB kepada pangsa pasar yang lebih besar, sekaligus meningkatkan daya tarik batik terhadap generasi muda dengan cara menampilkan batik siap pakai yang penuh gaya, simpel dan modern,” kata Festarina, pemilik RCB.

Tema pagelaran mode RCB yaitu ‘Batik and Play Time’ merujuk kepada fleksibilitas batik terutama sebagai pakaian yang ringan dan santai, dengan menggunakan bahan yang lembut dan adem di tubuh. Koleksi ‘Batik and Play Time’ dari RCB ini adalah perwujudan eksplorasi ide bebas yang mengambil inspirasi dari bermacam-macam aliran dan gaya, seperti terlihat di beberapa busana berikut:  Atasan santai berbahan batik encim Pekalongan yang cerah yang dipadu dengan bahan katun rayon yang dingin sangat cocok dipadukan dengan rok atau celana pendek untuk mendukung aktifitas outdoor maupun indoor; backless dress tanpa lengan yang seksi berbahan batik garut yang elegant sangat cocok  untuk acara pesta casual di siang hari, dann asymetrical top dengan pola bertumpuk yang tidak “mainstream”. Sangat cocok untuk kegiatan outdoor maupun hang out di mall.

“Kami menampilkan batik dari berbagai daerah di Indonesia yang di dominasi dengan aksen warna merah putih. Hal ini untuk menyesuaikan dengan tema Folknvouge kali ini yaitu 100 % Indonesia. Selain itu, kami juga ingin menekankan bahwa Batik adalah 100 % Warisan Budaya Dunia dari Indonesia” lanjut Festarina. “Kami juga menampilkan corak-corak yang beragam, mulai dari motif parang yang klasik dan megah, hingga motif-motif bunga khas batik encim Pekalongan yang modern.” Dengan keaneka-ragaman seperti ini, para penikmat fashion show RCB sudah tentu akan dimanjakan oleh suatu pagelaran yang penuh dengan keindahan bermacam-macam batik Indonesia.

Jauh dari kesan batik sebagai pakaian yang kaku dan diperuntukkan bagi priyayi-priyayi berumur, koleksi batik dari RCB ingin meningkatkan daya tarik batik bagi pangsa pasar anak muda dan profesional muda yang membutuhkan pakaian santai dan bergaya untuk acara dalam maupun luar ruangan. Kebanyakan dari koleksi RCB mengusung konsep modern dan santai dengan kain katun polos, rayon maupun brokat yang dikombinasikan secara apik dengan batik yang elegan. Warna-warna yang beragam memberikan banyak pilihan kepada para pecinta mode.


Live Chat 1

Live Chat 2